Foto Ama Calon Istri

Ni Foto saya ama calon istri lagi jalan-jalan ke Paris, (Parangtritis). seru, asik, dan bahagia pastinya,hehehe.

Foto Nikah 23 Agustus 2012

Hari Ini, waktu saya ijab Qobul, katanya duniapun ikut tersenyum :)

Foto nikah, foto bareng sepupu

Ni sepupu-sepupu saya yang sering Nge Jailin Hatinya wanita, :D

Lagi Di Ait terjun dekat Ketep

Nih Foto di air terjun dekat ketep, namanya lupa.hehe

Seru-Seruan di Pantai Bareng Sahabat

Nih Foto satu kekejaman yang pernah terjadi diDunia, di Kubur Hidup-hidup ama Duo Lati,hahaha

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2012

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

Pada suatu siang, seorang kakak dan adik
bersepeda bersama. Sang kakak adalah anak laki-laki berusia 10 tahun, sedangkan
adiknya perempuan berusia 7 tahun. Mereka bersepeda sore hari mengelilingi
kompleks perumahan.
Seperti anak-anak pada umumnya, mereka senang
menghabiskan sore dengan kegiatan yang menyenangkan. Saat sudah dua putaran,
ayah mereka bergabung dan ikut memutari kompleks perumahan dengan sepeda.
“Ayah, aku sering mendengar bahwa hidup
itu sebuah perjalanan. Apa maksudnya?” tanya sang anak laki-laki.
“Iya yah, adek juga sering dengar,”
tambah si bungsu.
Sang ayah tersenyum, “Baiklah, akan ayah
jelaskan,” ujarnya sambil terus bersepeda. “Kakak pernah jatuh saat
melewati jalan ini?” tanya pria tersebut. Saat sang anak mengangguk, dia
mengatakan bahwa pernah jatuh saat tidak tahu ada lubang di jalan yang sedang
dilewati, tetapi hanya sekali saja. Sang ayah melanjutkan, “Seperti itulah
perjalanan hidup, kamu pernah jatuh saat tidak waspada ada lubang di sana,
tetapi tidak apa-apa, pada akhirnya kamu jadi lebih waspada sehingga tidak
jatuh lagi karena tahu di mana letak lubang itu,”
Sang anak laki-laki dan anak perempuan
mengangguk.
“Adek pernah tersesat waktu pertama kali
belajar naik sepeda?” tanya sang ayah. Anak perempuan itu mengangguk, dia
bercerita bahwa saat pertama belajar sepeda, dia tidak tahu arah pulang, ada
banyak arah penunjuk jalan tetapi tidak tahu mana yang harus dipilih. Sang ayah
kembali tersenyum, “Hidup juga demikian, ada banyak pilihan jalan dan
tikungan yang harus dipilih. Untuk bisa memilih mana jalan yang sesuai dengan
tujuan, kamu tidak bisa memilih sembarangan, karena salah pilih, bisa
tersesat,” tambahnya.
“Lalu harus bagaimana, yah?” tanya
si bungsu.
“Ada beberapa orang yang nekat memilih
jalan tanpa tahu kemana jalan itu akan berujung, ada sebagian yang memakai
suara hati, karena hati adalah penuntun yang baik, tetapi yang paling utama,
penuntun terbaik kita adalah Tuhan. Tuhan sudah punya rambu-rambu jalan mana
yang harus kita ambil, jika kamu berada di jalur yang sesuai, maka kamu akan
aman hingga sampai ke tempat tujuan,” ujar sang ayah.
“Kadang.. ada banyak godaan yang
menghadang. Misalnya kita ingin segera pulang ke rumah, berlari-lari agar cepat
sampai, tetapi di pinggir jalan banyak penjual makanan yang lezat. Kadang kita
memang perlu berhenti sebentar, agar bisa menikmati hidup, selama pilihan itu
baik dan tidak merugikan, boleh saja. Kita boleh mampir sebentar ke tukang nasi
goreng atau minum es cendol, agar tubuh kembali segar dan bisa berlari lagi.
Tidak mau kan pingsan di tengah jalan karena capek berlari sebelum sampai ke
tempat tujuan,” ujar sang ayah sambil tersenyum.
“Apa kalian sudah mulai paham?”
tanyanya.
Kedua anak mengangguk dan tersenyum.
“Mungkin itu dulu yang bisa kalian
pahami, nanti kalau usia kalian bertambah, akan ayah ceritakan lagi hal-hal
yang lebih berat,” janji pria tersebut.
Demikian sebuah perbincangan antara ayah dan
anak di sore hari. Semoga bisa menjadi sedikit lentera dalam perjalanan hidup
Anda.

Selasa, 19 April 2011

Jika Kisah Itu Terjadi Padaku


''YAH, PERASAAN SESAL YANG MENDERA MENGULITI BEGITU SEMPURNA SETIAP SISI JIWAKU, BETAPA AKU TERGOLONG KALANGAN MANUSIA YANG BARU MERASAKAN MAKNA KEHADIRAN CINTA, KASIH SAYANG, PERHATIAN, EMPATI, RINDU, KETULUSAN, DAN KESETIAAN JUSTRU DIKALA DIA SUDAH TIDAK ADA LAGI UNTUKKU’’.(saat kucium kening beku nenek).
Kemarin aku minjem buku ketemanku, hitung-hitung menghapus kejenuhan, kegiatan sampingan yang mebuatku bosan ''ngegem dan ngenet'' dikos-kosan membuatku ingin mencari kegiatan lain. akupun berniat meminjam buku ketemanku yang memang sudah menjadi langganan aku meminjam buku. Sebenarnya sih, aku mau minjem novel tapi yang dikasih mah semacam cerita pendek tapi menarik Yang judulnya ''andai aku jalan kaki,,,, masihkah,,,,,’’. Dan cerita-cerita yang tertuang didalamnya pun semuanya bagus-bagus. Tapi ada satu cerita yang bagiku sangat–sangat mengharukan, dan membuatku sadar bahwa kita tidak bisa menyia-nyiakan orang yang menyayangi kita, kitapun akan menyadari begitu penting kehadiran mereka ketika dia telah pergi meninggalkan kita, dan kitapun akan merasakan betapa berartinya dia, betapa berartinya kasih sayang yang diberikan. Judul ceritanya ‘’saat kucium kening beku nenek’’. ceritanya sungguh sangat mengharukan, kisahnya menceritakan tentang seorang yang menyesali begitu pentingnya seorang yang dia cintai dalam kehidupannya, namun dia hanya menyia-nyiakannya, dan dia sadar betapa pentingnnya kehadiran orang yang disayanginya ketika nenek yang dicintainya itu telah pergi meninggalkan dunia yang pana ini. dia menyesal sewaktu neneknya masih ada dia hanya sibuk dengan pekerjaanya, dia menomor satukan pekerjaannya dari pada neneknya, menomor tigakan orang-orang yang dicintai, dan baru menyesali ketika orang yang dicintainya itu telah pergi meninggalkannya.
teman, sewaktu mebaca tulisan itu aku terpuruk, aku tertunduk lesu, membayangkan JIKA KISAH ITU TERJADI PADAKU, saat ini aku jauh dengan orang-orang yang aku cintai. Aku ingin selalu hadir dalam kehidupan mereka, aku tidak ingin menyia-nyiakan kehadiran mereka, aku takut sebelum aku pulang hal yang sama akan terjadi padaku. Oh, betapa sakitnya hatiku mebayangkan hal yang sama akan terjadi padaku sementara aku belum bisa membalas semua yang mereka berikan untukku, belum bisa memberikan perhatian yang lebih, belum bisa merawat mereka sakit seperti mereka merawat aku ketika sakit, belum bisa memberikan senyum kebahagiaan kepada mereka, belum bisa memberikan keberhasilan yang mereka inginkan dari kita.
sungguh jika aku harus memilih, aku lebih memilih ada didekat mereka, ada didekat orang-orang yang aku cintai, tapi aku sadar aku dituntut untuk belajar, aku dituntut untuk membalas semuanya dengan keberhasilanku, aku disini, dikejauhan tidak lain untuk membahagiakan mereka. Tapi semua berangkat dari ketakutan itu, aku takut hal itu akan terjadi sementara aku belum menyelesaikan tugasku kepada mereka, belum bisa memberikan senyum kebahagiaan itu. Aku takut dan sangat takut. Aku takut disaat merasakan cinta, kasih sayang, perhatian, rindu, ketulusan, dan kesetiaan yang begitu dalam justru dikala mereka sudah tiada.
‘’SUNGGUH, LANTARAAN KITA MENGANGGAP KASIH SAYANG, HUBUNGAN ERAT, DAN PERHATIAN MEREKA BISA KITA DAPATKAN KAPAN SAJA, KITA MENJADI BIASA UNTUK MEMBELAKANGKAN MEREKA’’
Sangat sulit kubayangkan JIKA KISAH ITU TERJADI PADAKU, Untuk orang-orang yang aku cintai, ibu, bapak, dan semua sanak familiku, aku sadar semua itu adalah rahasia ilahi, dan tidak menutup kemungkinanpun aku yang akan lebih dulu dari kalian semua. Sungguh Aku tau ini resiko seorang perantau yang jauh dari orang-orang yang mencintaiku. Tapi doaku mudah-mudahan sebelum rahasia itu terbuka, allah mengijinkanku untuk bisa bersama kalian lebih lama lagi, mengijinkanku bisa membalas semua jasa-jasa orang-orang yang telah menyayangiku. … ALLAHU RABBI,KABULKANLAH DOA-DOAKU…

Senin, 01 November 2010

Meredakan Murka Tuhan


Rentetan berbagai bencana yang terjadi di indonesia sekarang ini, mulai dari banjir bandang wasior papua, gempa bumi di susul tsunami di mentawai sumbar, dan meletusnya gunung merapi yogyakarta yang sampai sekarang masih mengeluarkan awan panas, dan bencana bencana lain berupa  tabrakan kereta api di pemalang yang memakan orban jiwa lebih dari , serta berbagai musibah di darat, udara maupun di laut, yang semuanya itu memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Di papua korban banjir bandang wasior tercatat 145 orang meniggal dan -+ 50 jiwa di nyaatakan hilang, di mentawai yang tercatat hingga jum’at 29 oktober kemarin 413 jiwa  dan hilang 298 jiwa, di pemalang tabrakan kereta api 37 korban jiwa, dan di merapi yogyakarta 38 orang meninggal termasuk sang juru kunci Mbah marijan yang menjadi korban amukan gunung merapi tersebut.semua ini tentu benar benar menjadi pelajaran berharga bagi siapapun saja yang mau merenungkannya.Semua ini mebuat ,Rakyat bersedih,Rakyat menangis,Rakyat berduka,Sayangnya, masih ada sebagian orang-orang sambil cengengesan menertawakan peristiwa tersebut di atas penderitaan sesama manusia.ini menjadi pertanyaan besar bagi kita hususnya warga indonesia, mengapa tuhan memberikan adzab sedasyat itu kepada rakyat indonesia???Ups, semua ini tentu kita harus kaji lagi, jika kita lihat dan kita kaitkan dengan kasus-kasus yang ada di indoneisa sekarang, mulai dari para pejabat koruptor, mapia hukum, kasus pemoboman di mana mana, kasus seks bebas. Ini tentu jadi jawaban akan adanya pertanyaan di atas, bahwa bencana bencana yang selama ini melanda bangsa indonesia karena memang Harmonisasi rakyat indonesia sendiri amburadul, dan akibat dosa dosa tangan rakyat indonesia sendiri.Ingatkah anda akan firman allah dalam surat Ar-ruum ;ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Ruum: 41) Setelah ini kita tidak tau lagi, daerah mana lagi yang akan di turunkan bencana oleh allah.Cobalah mulai sekarang sebelum bencana yang terjadi makin besar, dan makin mengamuknya alam tempat kita berpijak. mari kita sama sama berusa meredakan murka tuhan, sebelum murka tuhan semakin membesar, seperti halnya yang terjadi kepada kaum Tsamud, yang di timpa dengan suara yang sangat keras dan mengguntur dan gempa, sehingga mereka mati bergelimpagan di tempat mereka tinggal. Dan tidak juga sebagaimana hukuman allah yang di timpahkan kepada kaum Nabi Luth yang Allah kirimkan kepada mereka hujan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,dan allah membalikkan negeri mereka. Dan masih banyak lagi kisah kisah tentang kaum terdahulu yang allah mesnahkan akibat perbuatan mereka. Ini tentu menjadi pelajaran penting bagi kita, bahwa yang terjadi di negeri kita tidaklah sebanding dengan yang Allah timpahkan kepada kaum terdahulu yang membangkang.Kita masih punya kesempatan tuk berubah, sebelum apa yang terjadi pada kaum terdahulu akan turun kepada kita.Marilah kita bersama kembali ke jalan yang benar,Mari kita saling bahu membahu mencegah kemungkaran di negeri kita,agar bencana yang sering melanda negeri kita saat ini setidaknya berkurang.Dan semua itu tidak akan terjadi jika kita tidak memulainya dari diri sendiri. Dalam hal ini tentu setiap kita punya peran masing masing dalam merubah diri,  merubah wajah bangsa indonesia yang sekarang ini di penuhi dengan berbagai kasus yang di larang syariat. Menjatuhkan, memfitnah itu sudah menjadi hal biasa di negeri ini, padahal itu sesuatu yang di larang syariat dan bisa mengundang murka tuhan..Marilah kita saling bergandeng tangan, bersatu,kembali ke jalan yang benar, dan musnahkan ego-ego yang ada di diri kita demi meredakan murka tuhan..Mato ibra.